Kepala Biro Penerangan Warga( Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono melaporkan grupnya belum merumuskan ataupun melabeli kelompok kriminal bersenjata( KKB) Papua selaku Kelompok Separatis serta Teroris( KST).

” Di situ( Papua) senantiasa, cuma kelompok kriminal bersenjata,” kata Rusdi kepada wartawan, Selasa( 27/ 4).

Bagi ia, Detasemen Spesial( Densus) 88 Antiteror Polri yang mempunyai wewenang buat melaksanakan penindakan aktivitas terorisme di Indonesia sampai dikala ini belum mempunyai maupun ikut serta dalam kajian sesuatu lembaga lain buat memasukkan KKB selaku catatan organisasi teroris.

” Sepanjang ini belum( Densus 88 ikut serta kajian),” tambah Rusdi lagi.

Ia cuma menegaskan kalau kepolisian mempunyai Pembedahan Nemangkawi yang bertugas buat melaksanakan penindakan hukum terhadap kegiatan- kegiatan oleh KKB berita tekno terbaru .

Pasca sebagian serbuan di daerah Kabupaten Puncak belum lama ini, Rusdi mengklaim suasana sudah bisa dikendalikan aparat.

” Polri di situ lagi menggelar pembedahan Nemangkawi, itu pembedahan penegakan hukum,” ucapnya.

Dikenal, dikala ini Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme( BNPT) tengah melaksanakan kajian buat mengambil keputusan tersebut. Perihal itu di informasikan oleh Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Pol Boy Rafli Amar dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI pada akhir Maret kemudian.

Sedangkan itu, Tubuh Intelijen Nasional( BIN) sudah melabeli KKB selaku kelompok teroris. Institusi ini berpikiran kalau aksi KKB yang melanda masyarakat sipil telah bisa dikategorikan selaku serbuan teror.

” Masuk jenis teroris karena melanda penduduk sipil,” kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto kepada CNNIndonesia. com, Senin( 26/ 4).

Baca Juga : Pengobatan Jerawat Untuk Semua Tahapan Jerawat

“( KST) Itu kami yang sebut,” tambahnya lagi.

Tentara Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka( TPNPB- OPM) sendiri menolak dicap selaku kelompok teroris. Mereka meyakini aksi yang dicoba di Bumi Cenderawasih sepanjang ini benar buat dicoba.

Juru Bicara TPNPB- OPM, Sebby Sambom berkata grupnya sering melaksanakan serbuan normal lantaran tengah terjalin konflik di Papua

” Itu daerah konflik perang, jadi apapun yang terjalin itu maklum serta normal,” kata Sebby dikala dihubungi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *