KODEFIKASI PENYAKIT ICD-10

Pusat kesegaran penduduk (puskesmas) merupakan sebuah organisasi di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang berfaedah untuk menyediakan layanan kesegaran kepada penduduk di peringkat kecamatan, layanan yang di tawarkan bersifat menyeluruh, berpadu, bisa di terima dan dijangkau oleh penduduk (Depkes RI, 2000). Puskesmas juga menekankan keterlibatan aktif masyarakat, penggunaan hasil pengembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan usaha dan kemampuan pemerintah dan juga penduduk (Depkes RI, 2002). Perekam medis merupakan tidak benar satu sumber energi yang terlibat dalam puskesmas.

Menurut Kepmenkes RI Nomor 377/Menkes/SK/III/2007 mengenai Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, seorang perekam medis harus bisa menetapkan kode penyakit dan
tindakan dengan tepat sesuai klasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (Kode ICD 10 ) mengenai penyakit dan tindakan medis dalam layanan dan manajemen kesehatan. Penerapan pengodean digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit, masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis, memudahkan sistem penyimpanan dan pengambilan information berkaitan diagnosis karakteristik pasien dan penyedia layanan, bahan basic dalam pengelompokan DRG’s (diagnostic related groups) untuk sistem penagihan pembayaran ongkos pelayanan, pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas, tabulasi information layanan kesegaran bagi sistem evaluasi rencana layanan medis, memilih wujud layanan yang harus direncanakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman, asumsi pembiayaan layanan kesehatan, dan juga untuk penelitian epidemiologi dan klinis.

Pelaksanaan pengodean diagnosis harus lengkap dan akurat sesuai dengan saran ICD-10 (WHO, 2002). Keakuratan kode diagnosis terhadap berkas rekam dipakai sebagai basic pembuatan laporan. Kode diagnosis pasien kalau tidak terkode dengan akurat maka Info yang dihasilkan bakal mempunyai tingkat validasi information yang rendah, hal ini pasti bakal menyebabkan ketidakakuratan dalam pembuatan laporan, kalau laporan morbiditas rawat jalan, laporan sepuluh besar penyakit ataupun klaim Jamkesmas. Dengan demikian, kode yang akurat mutlak harus diperoleh sehingga laporan yang dibikin bisa dipertanggung jawabkan.

International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems, yang umumnya disebut dengan nama pendek International Classification of Diseases (ICD), adalah alat diagnostik standar untuk epidemiologi, manajemen kesegaran dan tujuan klinis. ICD dikelola oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization), yang bertugas mengarahkan dan mengkoordinasikan kewenangan untuk kesehatandalam sistem organisasi Persatuan Bangsa-bangsa (PBB). ICD ini dirancang sebagai sistem klasifikasi perawatan kesehatan, menyediakan sistem kode diagnostik untuk mengklasifikasikan penyakit, termasukklasifikasi bermacam tanda, gejala, temuan abnormal, keluhan, suasana sosial, dan penyebab eksternal cederaatau penyakit. Sistem ini dirancang untuk memetakan suasana kesegaran yang sesuai kategori umum bersama dengan variasi tertentu, dengan memakai kode sampai enam karakter.

Dengan kategori utamadirancang untuk sertakan kesatuan penyakit yang serupa. The International Classification of Diseases ini diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) dan digunakan di seluruh dunia untuk morbiditas dan mortalitas statistik, sistem pembayaran klaim asuransi, dan menopang pengambilan keputusan yang otomatis dalam perawatan kesehatan. Sistem ini dirancang untuk mempromosikan sistem internasional dalam pengumpulan, pengolahan, klasifikasi, dan penyajian statistik morbiditas dan mortalitas. ICD adalah inti berbasis sistem statistik diagnostik klasifikasi untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan perawatan kesehatan. ICD direvisi secara berkala dan kala ini tengah dalam revisi yang kesepuluh. ICD-11 direncanakan bakal diterbitkan terhadap tahun 2017.

Penggunaan ICD-10 dimulai terhadap tahun 1983, dan revisi baru disahkan oleh the Forty-third World Health Assembly terhadap bulan Mei 1990. Versi terbaru menjadi digunakan di negara-negara bagian WHO menjadi tahun 1994.Sistem klasifikasi ICD-10 ini amat mungkin lebih dari 155.000 kode yang berlainan dan bermacam diagnosa dan prosedur baru, penambahan yang berarti terhadap 17.000 kode yang tersedia di ICD-9. Pengaplikasian ICD-10 ini relatif cepat di sebagian besar dunia. Beberapa bahan materi mengenai ICD tersedia secara online oleh WHO untuk memudahkan penggunaannya, juga manual, pedoman pelatihan, browser, dan file untuk di download.

Penggunaan ICD 10 di Indonesia tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik (Dirjen Yanmed) Nomor : HK 00 . 05 . 1 . 4 . 00744 mengenai Penggunaan Klasifikasi Internasional mengenai penyakit revisi ke sepuluh ( ICD-10 ) di Rumah Sakit tertanggal 19 Pebruari 1996.

Konvensi Tanda Baca ICD 10
Makna dan manfaat konvensi tanda baca International Statistical Classification Of Diseases And Related Health Problems 10 (ICD 10) antara lain sebagai berikut :
1. Inclusion term
· Pernyataan diagnostik yang diklasifikasikan atau yang juga dalam suatu kelompok kode ICD.
· Dapat dipakai untuk suasana yang berlainan atau sinonimnya.
2. Exclusion term
· Kondisi yang seolah terklasifikasi dalam kategori tertentu, tapi ternyata diklasifikasikan terhadap kategori kode lain.
· Kode yang benar adalah yang diberi tanda dalam kurung yang mengikuti istilahnya.
Contoh :
Q66 Congenital deformities of feet

Excludes : reduction defects of feet (Q72.-)
valgus deformities ( acquired ) ( M21.0 )
varus deformities ( acquired ) ( M21.1 )

Q66.0 Talipes equinovarus
Q66.1 Talipes calcaneovarus
Q66.2 Metatarsus varus
Q66.3 Other congenital varus deformities of feet Hallux varus, congenital
3. Tanda kurung / Parentheses ( )
· Untuk mengurung kata tambahan (supplementary words) yang mengikuti suatu makna diagnostik, tanpa mempengaruhi kode ICD.
Contoh :
I 10 Essensial (primary) hypertension High blood pressure
Hypertension ( anterial) ( benign ) ( esensial ) ( malignant ) ( primary ) ( systemic )
Excludes : involving vessels of
– brain ( I60 – I69 )
– eye ( H35.0 )
· Untuk mengurung kode ICD, suatu makna yang dikelompokan tidak juga atau diluar kelompok ini (Exclusion).
Contoh :
H01 Blepharitis
Excludes : blepharoconjunctivitis ( H10.5 )

· Pada judul blok, digunakan untuk mengurungkode ICD yang berjumlah 3 karakter.
Contoh :
Certain infectious and parasitic disease (A00-B99)
· Mengurung kode ICD klasifikasi ganda (dual classification) dagger and asterisk.
Contoh :
A06 Amoebiasis
Includes : infection due to Entamoeba histolytica ( A07.- )
4. Kurung besar/ Square brackets [ ]
Digunakan untuk mengurung persamaan kata atau sinonim ( Synonyms ), kata sebutan alternatif ( alternative words ), dan frasa penjelasan ( explanatory phrases ).
5. Brace (Kurung tutup wujud kurung kurawa)
Tanda baca kurung tutup “}” digunakan untuk mengelompokkan istilah-istilah yang terkelompok dalam sebutan “inclusion” (termasuk) atau “exclusion” (tidak termasuk). Tanda kurung } ini mempunyai arti bahwa seluruh kelompok sebutan yang mendahuluinya belum lengkap batasan pengertiannya, tetap harus dilengkapi dengan keterangan yang tersedia di belakang tanda baca kurung } ini.

6. Colon ( : ) (Tanda titik dua)
Tanda baca ( : ) colon ini, yang mengikuti kata (sebutan) dari suatu rubrik, mempunyai arti bahwa penulisan sebutan makna diagnosis berkaitan belum lengkap atau belum selesai ditulis. Suatu sebutan diagnosis yang diikuti tanda baca (:) ini tetap perlu satu atau lebih dari satu tambahan kata atau keterangan yang bakal memodifikasi atau mengkualifikasi sebutan yang bakal diberi no kode, sehingga makna diagnosisnya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh dokter dalam batasan pengertian rubrik berkaitan (sesuai dengan standard diagnostik dan terapi yang disepakati).
7. NOS (Not Otherwise Specified)
“NOS” Ini adalah singkatan dari “Not Otherwise Specified”, atau “Unspecified” Adanya “NOS” mengharuskan pengkode (coder) membaca lebih detil ulang sehingga tidak melakukan tidak benar memilih no kode yang diperlukan.
8. NEC (Not Elsewhere Classified)
Apabila singkatan “NEC” Ini adalah singkatan dari Not Elsewhere Classified mengikuti judul kategori 3 karakter merupakan satu peringatan bahwa di dalam daftar urut yang tercantum di bawah judul, bakal ditemukan sebagian kekhususan yang tidak sama dengan yang muncul di bagian lain dari klasifikasi.
9. And & Point Dash (.-)
Pada sebagian no kode berkarakter ke 4 dari suatu subkategori diberi tanda ( – ) dash sehabis tanda ( . ) (point). Ini bisa ditemukan di Volume 1 maupun 3 Nomor kode diakhiri dengan tanda .- (titik garis) ini artinya penulisan no kode belum lengkap, mempunyai arti bahwa kalau no berkaitan bakal dipilih, maka coder harus isikan – (garis) dengan suatu angka yang harus ditemukan/ditelusuri lebih lanjut di Volume 1. Menunjukan bahwa tersedia karakter ke4 yang harus dicari
10.Kode rangkap : Dagger (†) & Asterik (*)
Tanda dagger ( sangkur ) merupakan kode yang digunakan untuk penanda kode utama dikarenakan sakit. Sedangkan tanda asterik ( bintang ) merupakan kode yang digunakan untuk manifestasi dari diagnosanya ( wujud atau bentuknya ).

11.Rujuk silang (see, see also)
Rujuk silang ditunaikan kalau tersedia perintah di dalam kurung ( ) : see, see also, yang artinya makna yang harus rujuk silang.
Contoh :
Inflammation
– bone – see Osteomyelitis

Ini artinya bahwa inflamasi tulang sama dengan sebutan Osteomyelitis.

2.2 PENTINGNYA PENGKODEAN PENYAKIT DALAM PENCATATAN MEDIS
Pemerintah telah mencanangkan kebijakan dan siasat baru dalam suatu Gerakan Pembangunan Berwawasan Keehatan Sebagai Strategi Nasional Menuju Indonesia Sehat 2010. Salah satunya adalah Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang merupakan Tenaga Kesehatan sesuai yang tercantum dalam PP No:32 tahun 1996 mengenai Tenaga Kesehatan. Dalam aturan berikut dinyatakan bahwa tenaga kesegaran diberikan peluang untuk menaikkan ketrampilan atau penguasaan pengetahuan lewat pelatihan.
ICD 10 memuat pedoman untuk merekam dan berikan kode penyakit, disertai dengan materi baru yang bersifat segi praktis penggunaan klasifikasi dan disajikan dalam buku yang terpisah untuk memudahkan penanganan kalau dibutuhkan rujukan terhadap klasifikasi (buku jilid I) dan langkah penggunaannya (buku jilid 2). Instruksi yang rinci dalam memakai indeks bisa dijumpai terhadap buku jilid 3.
2.3 Tujuan dan Klasifikasi
Klasifikasi penyakit bisa didefinisikan sebagai suatu sistem penggolongan (kategori) dimana kesatuan penyakit disusun berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
ICD mempunyai tujuan untuk memperoleh rekaman sistematik, melakukan analisa, interpretasi dan juga memperbandingkan information morbiditas dan mortalitas dari negara yang berlainan atau antar wilayah dan terhadap kala yang berbeda.
ICD digunakan untuk menterjemahkan diagnosa penyakit dan persoalan kesegaran dari kata-kata menjadi kode alfanumerik yang bakal memudahkan penyimpanan, memperoleh information ulang dan analisa data.
2.4 Struktur basic dan Prinsip Klasifikasi ICD
Ciri utama alfanumerik, bersifat satu huruf yang diikuti dengan 3 angka untuk tingkatan 4 karakter. Lebih luas dibandingkan dengan terhadap revisi–9. Setiap huruf bisa menampung 100 katagori 3 karakter.
Pada garis besarnya dalam ICD-10, terkandung pergantian sebagai berikut :
Jumlah volume yang mula-mula dua volume menjadi tiga volume, yaitu:
· Volume I TABULAR LIST (List Tabulasi)
Laporan Konferensi Internasional untuk revisi 10
Klasifikasi berikut terhadap tiga dan empat – karakter level
Klasifikasi dari morfologi dan neoplasma
List Tabulasi khusus untuk mortalitas dan morbiditas, definisi dan keputusan nomenklatur.
· Volume II BUKU PETUNJUK (INSTRUCTION MANUAL)
Pengenalan
Penjelasan
Bagaimana memakai ICD
Sertifikat Kesehatan dan Peraturannya
Presentasi Data
Sejarah Perubahan ICD
· Volume III INDEKS ALFABET
Volume ini memuat indeks alfabet dari seluruh penyakit dan suasana lain :
Indeks Penyakit
Indeks Penyebab Luar
Indeks Obat-obatan
Volume ini memuat seluruh indeks, juga juga indeks untuk list tabulasi untuk 4 karakter sub kategori yang tersedia terhadap volume I.
2.5 BENTUK DASAR DAN DAFTAR KODE KLASIFIKASI ICD 10
ANN diikuti dengan 2 angka numerik
A DISEBUT : Karakter pertama (Terdiri dari abjad A s/d Z)
ANN . N
A Karakter abjad pertama
N Angka Numerik
N Angka Numerik
. Titik
N Terakhir diikuti satu angka numerik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *