Jenis Kursi Roda Dengan Fungsi Berbeda yang Bisa Jadi Pilihan Anda

Kehadiran kursi roda amat menopang sebagian orang yang ada problem bergerak untuk dapat menekuni aktivitasnya sehari-hari. Misalnya orang-orang dengan disabilitas fisik, orang-orang usia lanjut yang udah lemah, orang yang diamputasi kakinya gara-gara suatu hal atau keadaan khusus (amputee), atau yang sedang menekuni proses pemulihan cedera atau penyakit tertentu.

Kondisi kesegaran seperti apa yang butuh kursi roda?
Kursi roda biasanya digunakan orang yang ada problem untuk berlangsung atau menjalankan tubuhnya untuk bergeser ke area lain. Tergantung dari keadaan penyebabnya, seseorang kemungkinan butuh memanfaatkan kursi roda cuma sementara atau sepanjang hidupnya.

Misalnya andaikan seseorang mengalami patah tulang dan dianjurkan untuk tidak membebankan bagian kaki amat berat. Kemungkinan ia dapat butuh kursi roda hingga kondisinya pulih kembali. Sementara itu, orang yang mengalami kelumpuhan total dari pinggang hingga kaki gara-gara kecelakaan atau penyakit khusus kemungkinan butuh alat bantu ini selamanya.

Berikut adalah keadaan kesegaran yang butuh alat bantu ini: sewa kursi roda yogyakarta

Mengalami lumpuh total
Mengalami kasus muskuloskeletal
Mengalami patah tulang atau cedera terhadap tungkai dan kaki
Mengalami kasus neurologis
Mengalami kasus keseimbangan atau type berjalan
Tidak dapat berlangsung jarak jauh
Jika Anda sedang pertimbangkan atau dianjurkan untuk kenakan kursi roda, harus pilih yang seperti apa, ya?

Tipe-tipe kursi roda yang tersedia di pasaran
Kursi roda hadir dalam banyak variasi merek, model, dan ukuran. Ada pula style yang manual dan yang bermotor. Jenis manual biasanya digerakkan oleh tenaga manusia, entah didorong oleh penggunanya sendiri atau bantuan pengurus. Sedangkan style bermotor biasanya digerakkan otomatis dengan bantuan mesin.

Dokter dapat menopang memberi saran atau memilihkan kursi roda yang tepat untuk Anda. Namun, tidak tersedia salahnya untuk cari memahami pernah apa saja jenis-jenis yang tersedia beserta perbedaannya.

1. Jenis transportasi sementara
Kursi roda style ini dibikin untuk orang yang dambakan bergeser area dalam jangka sementara terbatas. Jenis kursi beroda ini miliki roda belakang yang ukurannya kecil dan tidak dapat digapai atau digerakkan sendiri oleh pengguna. Maka untuk mengoperasikannya harus dibantu oleh orang lain.

Jenis kursi roda ini umum Anda temui di kantor, mall-mall besar, atau di rumah sakit. Jenis kursi roda transportasi sementara ini biasanya dapat menampung berat hingga 135 kilogram.

2. Jenis manual standar
Kursi roda style ini miliki roda belakang dengan ukuran besar. Selain itu velg atau peleknya didesain agar pengguna dapat menggenggam dan mendorong roda dengan kemampuannya sendiri.

Alat bantu ini umum digunakan orang yang keadaan ke-2 tungkainya tetap berfungsi memadai baik dan dapat dikendalikan. Misalnya oleh orang yang mengalami patah kaki sebagian dan sementara.

Selain itu, style kursi ini biasanya gampang dilipat dan ringkas untuk dibawa bepergian atau sekadar disimpan.

3. Jenis Heavy-Duty plus Bariatric Manual
Jenis kursi roda ini adalah style manual yang khusus ditujukan untuk orang obesitas. Alat bantu ini bentuknya lebih besar daripada style yang umum gara-gara harus dapat menampung beban hingga 300 kilogram.

4. Jenis portabel
Alat bantu gerak bersifat kursi beroda ini condong gampang (sekitar 11-15 kilogram) agar gampang dibawa-bawa. Kursi style ini cocok digunakan bagi mereka yang sering bepergian dan dapat ditaruh di dalam kendaraan.

Jenis kursi roda ini miliki ciri-ciri roda belakang yang besar. Tujuannya agar pengguna dapat menggapai, memegang, dan mendorong sendiri atau didorong dengan baik. Alat bantu style ini biasanya dilapisi kain nilon, dan kadang alas duduknya tidak amat empuk.

5. Jenis sporty
Ada style kursi beroda yang khusus dibikin untuk memudahkan manuver dan juga gerak tubuh sementara berolahraga. Tipe ini termasuk umum digunakan oleh atlet-atlet difabel paralimpiade dengan cabang olahraga seperti basket, voli, anggar, dan boccia (“sepak bola” khusus atlet penyandang cerebral palsy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *