IHSG Berpotensi Koreksi, Ikuti Saham Opsi Ini

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan( IHSG) berpotensi tertekan pada perdagangan saham Selasa,( 22/ 6/ 2021).

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola pergerakan IHSG sampai saat ini masih nampak betah dalam fase konsolidasi. Kemampuan tekanan masih nampak hendak membayangi IHSG.

Dia meningkatkan, fluktuaktif harga komoditas belum hendak membagikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG mengingat keadaan zona riil yang masih melambat, namun momentum dari pergerakan yang fluktuaktif di dalam pergerakan IHSG bisa dimanfaatkan untuk investor jangka pendek, menengah sampai panjang situs berita online .

” Hari ini IHSG berpotensi terletak dalam tekanan. IHSG hendak bergerak di kisaran 5. 821- 6. 027,” ucap ia dalam catatannya.

Sedangkan itu, Kepala Studi PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang menguat serta kembali ke tingkat psikologis pada perdagangan berikutnya. IHSG hendak bergerak di kisaran 5. 978- 6. 031.

” Secara teknikal IHSG membentuk pola candlestick bullish counter attack dengan whipsaw moving average 20 serta 50 hari. Penanda stochastic bergerak terkonsolidasi dengan MACD yang bergerak bearish,” ucap ia.

Pada penutupan perdagangan Senin, 21 Juni 2021, IHSG melemah tipis 10, 87 poin ataupun 0, 18 persen ke posisi 5. 996, 25 sehabis pernah dibuka gap down sampai 2 persen pada dini tahap perdagangan.

Beberapa aspek yang memencet IHSG pada dini tahap antara lain, aksi capital outflow investor asing menyikapi langkah the Federal Reserve dalam prospek pengetatan kebijakan. Tidak hanya itu, permasalahan COVID- 19 di Indonesia yang bertambah tajam.

Zona saham konsumer serta kesehatan jadi pemimpin penguatan. Saham PT Unilever Indonesia Tbk( UNVR) naik 4, 1 persen serta PT Kalbe Farma Tbk( KLBF) menguat 8, 8 persen.

Buat opsi saham, Lanjar memilah beberapa saham yang bisa diperhatikan pelakon pasar. Saham itu antara lain PT Astra International Tbk( ASII), PT Bank Negeri Indonesia Tbk( BBNI), PT Bank Tabungan Negeri Tbk( BBTN), PT Ciputra Development Tbk( CTRA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk( ICBP), PT Japfa Comfeed Tbk( JPFA).

Setelah itu saham PT Malindo Feedmill Tbk( MAIN), PT Medco Tenaga Tbk( MEDC), PT Summarecon Agung Tbk( SMRA), UNVR, serta PT Wijaya Karya Tbk( WIKA).

Sebaliknya William memilah saham PT Adhi Karya Tbk( ADHI), WIKA, UNVR, ICBP, PT Gudang Garam Tbk( GGRM), BBNI, PT Bank Central Asia Tbk( BBCA), PT Bank Ina Perdana Tbk( BINA), serta PT Alam Sutera Realty Tbk( ASRI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *