Agenda pembangunan nasional Indonesia menempatkan fokus yang tinggi pada perawatan kesehatan karena fasilitas perawatan kesehatan sedang dibangun dan ditingkatkan secara ketat oleh pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, agenda tersebut menyerukan agar Puskesmas dilengkapi dengan unit rawat inap dan peningkatan kualitas layanan di seluruh 34 provinsi di tanah air.

Sementara itu, belanja konsumen di sektor lain mulai menurun karena rumah sakit dan klinik di Indonesia terus berkembang dengan bantuan pemerintah. Dengan demikian, menjadi tanggung jawab sektor swasta untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi, menciptakan peluang investasi yang menguntungkan di sektor perangkat medis. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana produsen dari AS dapat mengimpor alat kesehatan melalui distributor alat kesehatan di Indonesia tanpa harus mendirikan perusahaan.

Ketergantungan Indonesia pada Alat Kesehatan Impor

Pada 2019, industri alat kesehatan Indonesia senilai USD 4,5 miliar, namun sebagian besar pangsanya (USD 2,8 miliar) berasal dari impor. Dengan ketergantungan yang begitu kuat pada peralatan dan pasokan medis impor untuk memenuhi permintaan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menghadirkan potensi besar bagi pengekspor perangkat medis AS.

Menyusul China (20% impor), dan Jerman (15% impor), produk AS menyumbang sekitar 11% dari impor Indonesia pada 2019. Perusahaan AS harus bersaing dalam kualitas, keamanan, kemanjuran, dan layanan purna jual untuk barang yang lebih kreatif. untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Ada potensi pasar yang besar bagi pemasok perangkat medis AS untuk masuk dan membuat bank bersama dengan membantu negara meningkatkan sistem perawatan kesehatannya, jika Anda ingin mendirikan PT Anda dapat menghubungi Jasa Buat PT.

Namun, berinvestasi di industri alat kesehatan Indonesia bukan tanpa tantangan. Terlibat dengan distributor alat kesehatan di Indonesia untuk membantu pendaftaran produk, izin impor, dan logistik impor dan penjualan produk mereka di pasar lokal seringkali sangat penting bagi eksportir alat kesehatan.

Cara Impor Alat Kesehatan tanpa mendirikan perusahaan: Bekerjasama dengan Distributor Alat Kesehatan di Indonesia

Kementerian Kesehatan (‘Kemenkes’) bertanggung jawab atas registrasi alat kesehatan dan izin edar di Indonesia. Namun, hanya perusahaan dengan kehadiran resmi di negara tersebut yang dapat mendaftarkan barang mereka ke pemerintah.

Bisnis dari Amerika Serikat membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai di Indonesia karena negara tersebut telah meningkatkan modal disetor untuk perusahaan milik asing (PT PMA) menjadi Rp 10 miliar. Izin Distributor Alat Kesehatan (Izin Penyalur Alat Kesehatan, IPAK) juga diperlukan untuk mendistribusikan alat kesehatan di Indonesia.

Sebagai alternatif untuk mendirikan korporasi, seseorang dapat mengimpor alat kesehatan ke Indonesia dengan menggunakan jasa agen dan/atau distributor lokal yang terpercaya. Selain mendaftarkan barang, agen dan/atau distributor lokal dapat memainkan peran kunci dalam menumbuhkan pasar dan menawarkan layanan purna jual kepada konsumen.

Indonesia memiliki sektor bisnis internasional yang dinamis dan berpengalaman yang dapat membantu perusahaan Amerika menemukan agen atau distributor yang tepat.

Proses Pendaftaran Alat Kesehatan di Indonesia

Eksportir atau distributor alat kesehatan di Indonesia harus mengajukan permohonan pendaftaran ke Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, yang harus memuat dokumen tertentu dengan informasi produk yang benar.

Kemenkes telah merampingkan prosedur pendaftaran produk, yang sekarang hanya membutuhkan waktu 1-2 bulan dari pengajuan hingga persetujuan. Jadwal yang dipercepat juga berlaku untuk modifikasi dan perpanjangan pendaftaran. Relaksasi aturan yang cepat oleh pemerintah Indonesia ini menunjukkan niatnya untuk menarik investasi ke sektor ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *